PT Telkom will build 100,000 node Wi-Fi





Using Cisco gear, PT Telkom will build an offload network in schools, malls, hotels and hotspot clusters to ease the mobile data burden on its cellular networks. 100,000 node is huge, but it’s the second network of its size in Asia.


Asian operators are starting to think of Wi-Fi on a monumental scale. PT Telekomunikasi Indonesia has signed up with Cisco Systems for a 100,000-node Wi-Fi offload network in malls, schools, hotels, hotspots and public areas.

Those access points will be used to shunt traffic off of Telkom’s cellular data networks, greatly increasing their overall capacity. Cisco said that these access points will be Passpoint certified, which means customers will be able to automatically connect and authenticate to them whenever they’re in range.

That network is big, but it’s actually the second network of its size in Asia. Last year Japan’s KDDI deployed a 100,000-node network using Ruckus Wireless gear. Though the networks are the same size, Telkom has a lot more ground to cover. It has 22.8 million residential customers (using either wireline or fixed wireless access technologies) and 107 million wireless customers spread across the sprawling archipelago nation. That means it will have a Wi-Fi node for every 1,000 mobile customers.


KDDI is a smaller operator, with about 40 million customers, meaning there’s an access point for about 400 customers. But compared to other global Wi-Fi deployments, both operators are being very aggressive. In the U.S., AT&T has been the most pro-Wi-Fi mobile carrier, and it has a hotspot for every 4000 subscribers. In some cases, though, AT&T has deployed multiple access points in hotspot clusters so its density is higher.

ENTER

Beasiswa ke Jepang untuk Bapak, Ibu Guru



KOMPAS.com - Anda adalah seorang guru dan ingin sekali mengecap pelatihan pendidikan di Jepang? Beasiswa ini pantas untuk dikejar.

Pemerintah Jepang kembali membuka kesempatan untuk mengikuti Program Penataran Guru melalui beasiswa Monbukagakusho 2013. Penerima beasiswa ini akan mengikuti program penataran non-gelar selama 1 tahun terhitung mulai dari Oktober 2013.

Syaratnya, kandidat haruslah lulusan S-1 atau D-4 yang mengajar secara aktif di SD, SMP atau SMA/SMK, baik sekolah negeri maupun swasta, paling tidak selama lima tahun pada tanggal 1 April 2013. Kandidat juga harus berusia di bawah 35 tahun pada tanggal tersebut.

Kandidat juga harus bersedia belajar bahasa Jepang karena program beasiswa ini juga meliputi pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan.

Program pelatihan yang ditawarkan meliputi semua bidang kecuali Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama, dan perhotelan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di setiap bidang.

Oleh karena itu, dalam pelatihan, para penerima beasiswa akan diberikan pelatihan cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.

Penerima beasiswa akan menerima tiket kelas ekonomi pulang pergi Jakarta - Tokyo, bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran, tunjangan bulanan sebesar 150.000 yen per bulan serta kesempatan untuk tinggal di asrama, namun pembiayaannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.

Jika berminat, proses mengajukan aplikasi bisa dilihat di laman resmi beasiswa Monbukagakusho. Pendaftaran ditutup pada tanggal 25 Januari 2013. Informasi selanjutnya bisa ditanyakan dengan mengirimkan email ke beasiswa@dj.mofa.go.jp, atau dengan menghubungi 021 – 3192 4308 ext. 175 atau 176.



LOWONGAN DOSEN DAN NON-DOSEN


----------------------------------
PENGUMUMAN
Nomor : 1663/H2.R2/SDM.01.01/2012

TENTANG SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI
DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS INDONESIA TAHUN 2013

Universitas Indonesia Membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai
Universitas Indonesia untuk jabatan Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Universitas Indonesia
dengan ketentuan sebagai berikut:

Informasi Pendaftaran dan Persyaratan Umum :

Usia pelamar maksimal 34 tahun pada 31 Desember 2012. Khusus untuk Pelamar Dosen yang berusia 35 – 40 tahun, akan dipertimbangkan berdasarkan wawancara
Indeks Prestasi Kumulatif untuk:
Dosen
S2 minimal 2.75 dari skala 4
S3 minimal 3 dari skala 4
Tenaga Kependidikan
D3 / S1 minimal 2.5 dari skala 4
Jadwal Pendaftaran Penerimaan pendaftaran mulai tanggal 26 s.d. 29 November 2012
Prosedur pendaftaran
Berkas lamaran dimasukkan dalam map dengan ketentuan warna pembeda :
Warna kuning untuk pelamar SMA/D1/D2/D3
Warna hijau untuk pelamar S1
Warna merah untuk pelamar S2/profesi/spesialis
Warna biru untuk pelamar S3
Berkas lamaran disusun dengan urutan sbb:
Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
Surat lamaran yang ditulis tangan dengan tinta hitam ditujukan kepada Rektor Universitas Indonesia tanpa meterai
Foto copy ijazah dan transkrip akademik sesuai dengan jenjang pendidikan yang dilamar
*Surat Keterangan Lulus Tidak Berlaku
Map dimasukkan ke dalam amplop coklat tertutup, dengan mencantumkan nama Pelamar, nama unit kerja yang dilamar, kategori (A: Tenaga Pendidik/Dosen, B: Tenaga Kependidikan). Berkas ditujukan kepada alamat di bawah ini dan cap pos selambat-lambatnya tanggal 29 November 2012
Kepada :
REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA
Cq: *PIMPINAN FAKUTAS/PROGRAM *(diisi dengan unit yang akan dilamar)
UNIVERSITAS INDONESIA
P.O. BOX 001/KPC DPUI 16424

Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Tanggal
1 Penerimaan Pendaftaran Pegawai 26 – 29 November 2012
2 Pengumuman Seleksi Administrasi 6 Desember 2012
3 Ujian TPA dan Bahasa Inggris 10 Desember 2012
4 Psikotes 14 Desember 2012
5 Pengumuman Tahap 1 17 Desember 2012
6 Wawancara (yang lolos tahap1) 19 dan 20 Desember 2012
7 Pengumuman Tahap Akhir 24 Desember 2012

*Pengumuman dapat berubah-ubah, harap untuk selalu memantau perkembangan terbaru di laman ini.
*pertanyaan dapat diajukan melalui sipeg@ui.ac.id atau sipegui@ui.ac.id

3 Makanan Indonesia Masuk Daftar Terlezat di Dunia




VIVAnews - Indonesia boleh bangga. Dua hidangan khas nusantara, rendang dan nasi goreng, masuk dalam jajaran teratas daftar makanan paling lezat di dunia. Ini berdasarkan survei para pemerhati stasiun berita CNN, yang dimuat di laman CNNGo.

Rendang menempati urutan teratas disusul nasi goreng. Dua makanan asal Indonesia itu mengalahkan Massaman curry yang sebelumnya dinobatkan menjadi makanan paling enak di jagat raya. Kini makanan asal Thailand itu hanya berada di posisi kesepuluh.

"Setelah menjaring lebih dari 35.000 suara, makanan paling enak di dunia bukan Massaman curry, yang kami sarankan, tapi hidangan daging berbumbu yang pedas dari Sumatera Barat," demikian hasil survei CNN.
Makanan asal Indonesia lainnya, sate, juga masuk dalam daftar di urutan 14. Dari total 50 daftar makanan terenak di dunia, ada tiga jenis makanan asal Indonesia.
Berikut ini adalah daftar lengkap dari 50 makanan terlezat di dunia versi CNN:

1. Rendang (Indonesia)
2. Nasi goreng (Indonesia)
3. Sushi (Jepang)
4. Tom yam goong (Thailand)
5. Pad thai (Thailand)
6. Som tham (Thailand)
7. Dim sum (Hong Kong)
8. Ramen (Jepang)
9. Bebek peking (China)
10. Massaman curry (Thailand)
11. Lasagna (Italia)
12. Kimchi (Korea)
13. Chicken rice (Singapura)
14. Sate (Indonesia)
15. Es krim (AS)
16. Kebab (Turki)
17. Gelato (Italia)
18. Croissant (Prancis)
19. Green curry (Thailand)
20. Pho (Vietnam)
21. Fish ‘n’ chips (Inggris)
22. Egg tart (Hong Kong)
23. Bulgogi (Korea)
24. Fried rice (Thailand)
25. Cokelat (Meksiko)
26. Penang asam laksa (Malaysia)
27. Tacos (Meksiko)
28. Barbecue pork (Hong Kong)
29. Chili crab (Singapura)
30. Cheeseburger (AS)
31. Fried chicken (AS)
32. Lobster (global)
33. Seafood paella (Spanyol)
34. Shrimp dumpling (Hong Kong)
35. Neopolitan pizza (Italia)
36. Mo nam tok (Thailand)
37. Potato chips (AS)
38. Warm brownie dan es krim vanilla (global)
39. Masala dosa (India)
40. Bibimbap (Korea)
41. Galbi (Korea)
42. Hamburger (Jerman)
43. Fajitas (Meksiko)
44. Laksa (Singapura)
45. Roti prata (Singapura)
46. Sirup maple (Kanada)
47. Fettucini alfredo (Italia)
48. Parma ham (Italia)
49. Lechon (Filipina)
50. Gui cuon (Vietnam)
    
 Silakan Masuk

Telekomunikasi


                   Fiber Optic

Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan 'telekomunikasi' bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam:

Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex) pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Pager, televisi, dan radio.

Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex) pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh : Telepon dan VOIP.

Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex)pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh :Handy Talkie, FAX, dan Chat Room


Komponen dasar

Untuk bisa melakukan telekomunikasi, ada beberapa komponen untuk mendukungnya yaitu :
Informasi : merupakan data yang dikirim/diterima seperti suara, gambar, file, tulisan
Pengirim : mengubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim
Media transmisi : alat yang berfungsi mengirimkan dari pengirim kepada penerima. Karena dalam jarak jauh, maka sinyal pengirim diubah lagi (dimodulasi) dengan gelombang radio, kemudian dirubah menjadi gelombang elektromagnetik dan dipancarkan dengan alat bernama Antena, agar dapat terkirim jarak jauh.
Penerima : menerima sinyal elektromagnetik kemudian digubah menjadi sinyal listrik, sinyal dirubah kedalam informasi asli sesuai dari pengirim, selanjutnya diproses hingga bisa dipahami oleh manusia sesuai dengan yang dikirimkan.

Analog dan digital

Dalam mengubah informasi menjadi sinyal listrik yang siap dikirim, ada dua cara pengiriman yang dipakai.
Pertama adalah sinyal analog, mengubah bentuk informasi ke sinyal analog dimana sinyal berbentuk gelombang listrik yang kontinue (terus menerus) kemudian dikirim oleh media transmisi.
Kedua adalah sinyal digital, dimana setelah informasi diubah menjadi sinyal analog kemudian diubah lagi menjadi sinyal yang terputus-putus (discrete). Sinyal yang terputus-putus dikodekan dalam sinyal digital yaitu sinyal "0" dan "1".
Dalam pengiriman sinyal melalui media transmisi, sinyal analog mudah terkena gangguan terutama gangguan induksi dan cuaca, sehingga di sisi penerima sinyal tersebut terdegradasi. Sementara untuk sinyal digital tahan terhadap gangguan induksi dan cuaca, selama gangguan tidak melebih batasan yang diterima, sinyal masih diterima dalam kualitas yang sama dengan pengiriman.


Perkembangan sistem telekomunikasi

Sejak ditemukan telephone oleh Graham Bell, telekomunikasi telah berkembang pesat, bahkan bisa jadi tercepat di antara sistem lain. Terutama setelah ditemukan transistor, Integrated Circuit (IC), sistem prosesor, dan sistem penyimpanan.



Daftar produk telekomunikasi di Indonesia


Berikut ini daftar produk telekomunikasi Indonesia menurut jenis dan perusahaan operator.

1 Telepon Analog (PSTN)
2 Daftar Kode SLI di Indonesia
3 GSM
4 GSM 3G/3,5G
5 CDMA
6 CDMA EV-DO
6.1 Revision 0
6.2 Revision A
6.3 Revision B
6.4 Revision B Fase 2
7 Daftar produk menurut nomor awal
8 Referensi


Telepon Analog (PSTN)

Telkom
Indosat
IndosatPhone
- Kode area dan nomor awalan tergantung dari wilayah yang nomor tersebut terdaftar

Daftar Kode SLI di Indonesia

Telkom
IDD; 007
VoIP; 01017

Indosat
IDD; 001, 008
VoIP; 01016

Bakrie Telecom
IDD; 009

3 Indonesia
VoIP; 01088, 01089

Axis
VoIP; 01012

XL
VoIP; 01000


GSM

Telkomsel
Pascabayar; KartuHALO
Prabayar; SimPATI, Kartu AS

Indosat
Pascabayar; Matrix
Prabayar; IM3, Mentari

AXIS Telekom Indonesia
Prabayar dan Pascabayar; AXIS

XL
Prabayar dan Pascabayar; XL
Prabayar; Hauraa

Hutchison 3 (Tri) Indonesia
Prabayar dan Pascabayar; 3 (Tri)

Pasifik Satelit Nusantara (PSN)
ByRU PASTI

GSM 3G/3,5G

Telkomsel (hingga 3,6 Mbps)
IndosatM2 (hingga 3,6 Mbps)
XL (hingga 3,6 Mbps)
3 Indonesia (hingga 3,6 Mbps)
Axis (hingga 3,6 Mbps)
Hauraa (hingga 3,6 Mbps)

CDMA

Bakrie Telecom
Prabayar dan Pascabayar; Esia, Wifone. (Nomor Prefix berdasarkan Kode Area/PSTN)

Indosat
Prabayar dan Pascabayar; StarOne, (Nomor Prefix berdasarkan Kode Area/PSTN)

Telkom
Prabayar dan Pascabayar; Flexi, (Nomor Prefix berdasarkan Kode Area/PSTN)

Sampoerna Telekom
Prabayar dan Pascabayar; Ceria - no. awalan 0828 dan PSTN

Smartfren Telecom
Prabayar dan Pascabayar; smartfren - no. awalan 0881, 0882, 0883, 0884, 0885, 0886, 0887, 0888, 0889 dan PSTN


CDMA EV-DO

Revision 0
AHA (hingga 2 Mbps)
smartfren (hingga 2 Mbps)
Ceria (2 Mbps)
TelkomFlexi (hingga 3 Mbps)

Revision A
AHA (hingga 3,1 Mbps)
smartfren (hingga 3,1 Mbps)
Ceria (3,1 Mbps)
TelkomFlexi (hingga 5 Mbps)


Revision B
smartfren (hingga 9,3 Mbps)
TelkomFlexi (hingga 10 Mbps)

Revision B Fase 2
smartfren (hingga 14,7 Mbps)

     Daftar produk menurut nomor awal

 
 


ITB-RIM Tawarkan Beasiswa S3, Berminat?





Mencari beasiswa penelitian yang berkaitan dengan mobile computing? Mungkin ini yang Anda cari. Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Research In Motion (RIM) menawarkan kesempatan beasiswa bagi lulusan S2.

Penawaran menempuh program Doktor (S3) di ITB ini boleh dibilang sangat terbatas. Dibuka hanya untuk dua orang. Kandidat terpilih, nantinya akan disokong melakukan penelitian bertema ‘Mobile Computing for Smart Society’.

“Diberikan beasiswa biaya penyelenggaraan pendidikan di ITB selama maksimum 3 tahun, gaji sebagai peneliti dan perangkat penunjang penelitian seperti PC dan Blackberry,” kata Chairman Institute for Innovation and Entrepreneurship Development ITB, Suhono Supangkat.
Ada 6 topik penelitian yang bisa dipilih yakni smart logistics, smart healthcare, smart travel/transportation, smart home, smart learning dan mobile hardware interfacing. Kandidat juga diperbolehkan mengajukan topik penelitian inovatif lainnya.

Berminat? Paling lambat 30 November 2012, Anda harus mengajukan proposal dan curriculum vite (CV) ke Dr. IGB Baskara Nugraha melalui email baskara@stei.itb.ac.id.

Syaratnya, kandidat harus mengikuti dan lulus ujian masuk Program Doktor ITB. Informasinya dapat dilihat di tautan http://www.sps.itb.ac.id/. Selain dituntut memiliki minat tinggi dalam melakukan penelitian, kandidat juga harus memiliki motivasi kuat menjadi entrepreneur dan bersedia bekerja secara full time di BlackBerry Innovation Center, ITB.

sumber detik.com

jangan diklik


Looking ahead to “5G”

As wireless visionaries look ahead to the next set of standards, they are thinking about new ways to expand capacity exponentially. “We’ve done a pretty good job with 4G LTE being rolled out right now … but of course there will come a time when it too is completely congested when everyone has newer smartphones and tablets, and so we need to always be thinking to the future and how we can enable a 10x, 100x type of growth in capacity, which of course is a very difficult thing to do,” says Professor Jeff Andrews of the University of Texas’ Wireless Networking and Communications Group. Andrews believes there are three ways to achieve this: denser networks, use of spectrum at higher frequencies, and devices with hundreds of antennas that can operate on those higher frequencies. “Fundamentally we are enjoying the benefits of Moore’s Law,” says National Instruments CEO Dr. James Truchard, who believes that increased processing power of devices and base stations will enable the fifth generation of wireless communications. “As Moore’s Law brings more processing power, we can make that available,” he says. “We all know what we like to see … higher bandwidths and lower latencies.” “As we’ve gone from 1G to 4G most of the system capacity has come from the modulation scheme,” says Brian Modoff, who covers the wireless industry for Deutsche Bank Securities. “The modulation scheme has been the primary driver of aggregate system capacity … Now we’re looking at ‘what are other things we can do to the network?’, and it’s our view that it’s the architecture of the network that becomes the main area for system capacity gains.” Modoff says carriers are projecting a need for a 1,000-fold increase in system capacity in the next decade. “The highest gains will come from network densification, but without the control plane elements … you can’t enable network densification, so they very much rely on each other,” he says. “Once you’ve densified the network then you can go up into higher frequencies and bring that in,” Modoff says control plane elements, densification and higher frequencies will be the three building blocks of 5G networks with exponential increases in capacity. “You’d probably say about half of it comes from network densification and another 30% comes from the control plane elements and the efficiencies they enable and the remainder comes from the higher frequencies,” he says.

Don't click