Hikmah 2
Di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada dua kakak beradik, yang satu berwirausaha sedangkan saudaranya aktif menuntut ilmu di majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berdua hidup dari penghasilan si pengusaha tersebut. Suatu saat, si pengusaha ini pernah diliputi perasaan risih dengan peran yang dimainkan oleh saudaranya. Menurut dia tidak adil jika saudaranya yang hanya menuntut ilmu ikut makan sehari-hari bersamanya, karena ia merasa saudaranya itu tidak punya peranan sedikit pun dalam keberhasilan usahanya.
Ia pun datang mengadu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal keadaan mereka berdua. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihati si pengusaha agar jangan risau dan jangan menyalahkan saudaranya, seraya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Mungkin saja saudaramu itulah penyebab turunnya rezekimu”.
Kisah ini dimuat dalam Sunan Tirmizi kitab Zuhud Bab tawakkal.
Perhatikanlah, bagaimana seorang yang hanya beraktifitas sebagai penuntut ilmu dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai faktor penyebab kesuksesan usaha saudaranya. Ucapan Rasulullah tersebut menepis prinsip yang dulu berkecamuk, yaitu keyakinan bahwa hasil dan keberhasilan yang kita capai adalah hasil 100% dari sebab usaha kita, tanpa ada campur tangan orang lain.
Sekarang siapa yang mau percaya bahwa rezeki kita turun disebabkan oleh orang lain yang tidak ada hubungannya dengan kita? Tidak lain dan tidak bukan, orang muslimlah yang memiliki keyakinan itu, karena ia beriman kepada kebenaran firman Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sedangkan yang diyakini oleh kebanyakan orang adalah sesuatu yang sifatnya kongkrit, yang bisa dilihat mata, bisa diraba indra, dan bisa dihitung dengan akuntansi atau matematika. Orang seperti ini wajar bila menghitung laba dan untung yang akan diperolehnya hanya dari orang yang ikut andil secara langsung dalam usahanya. Sedangkan orang lain, apa perannya?
Dalam hadis lain Rasulullah bersabda, “Sungguh kalian diturunkan rezeki karena sebab orang miskin dan lemah.” (HR. Bukhari).
dikutip dari pengusahamuslim.com
Langganan:
Komentar (Atom)